Puskesmas Cikuya : Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Desa Pasanggrahan - Pustaka Pelangi Pasanggrahan

Space Iklan Hub Lasi Lestari WA : 0853 1010 8815

test banner

Breaking News

Post Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

23 February 2021

Puskesmas Cikuya : Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Desa Pasanggrahan

Kades Pasanggrahan, ketua BPD, TP PKK beserta Tim Kesehatan Puskesmas Cikuya Dalam Sosialisasi Vaksin Covid-19


Pustaka Pelangi News, Pasanggrahan-Tim kesehatan dari Puskesmas Cikuya  yang di Pinpim oleh dr. Afriani Edlin Pratiwi, sosialisasikan vaksinasi Covid-19 di desa Pasanggrahan Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang di Aula Desa Pasanggrahan pada Senin, 22/02/2021.



Acara tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama kemudian dilanjutkan dengan Sambutan dari Kepala Desa Pasanggrahan Madrais, SE, lalu pemaparan dari Tim Kesehatan Puskesmas Cikuya yang menjelaskan mengenai konsep Herd Immunity, asal mu asal Virus Covid-19, Penyebarannya, gejala-gejalanya, sampai dengan pencegahannya.



Acara tersebut  di selenggarakan oleh Tim Puskesmas Cikuya dan di ikuti oleh, Kader Posyandu, Tokoh masyarakat, Ketua LPM, Pendamping desa, Ketua karang taruna, Ketua BPD, ketua RW/RT, Binamas, Babinsa, Tokoh agama.



Apa itu Herd Immunity ? 


Seperti yang di kutip dari alodokter,  Herd immunity atau kekebalan kelompok merupakan kondisi ketika sebagian besar orang dalam suatu kelompok telah memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu. Semakin banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit, semakin sulit bagi penyakit tersebut untuk menyebar karena tidak banyak orang yang dapat terinfeksi. Cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan kekebalan pada banyak orang sekaligus adalah dengan vaksinasi.



Mengenal apa itu Virus Korona ?


Virus korona merupakan jenis penyakit Zoonosis, infeksi virus akan menyebar dari hewan ke manusia. Virus korona dapat menyebar jika seseorang saling bersentuhan dengan orang-orang yang terinfeksi.



Gejala Covid-19


Gejala masing-masing orang memiliki respons yang berbeda-beda terhadap COVID-19 ini dan sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Gejala yang paling umum diantaranya : sakit kepala, demam, sakit tenggorokan, hidung ber ingus, bersin, batuk dan kelelahan.



Cara Pencegahannya


Untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang  perlu anda lakukan tetap menjaga protokol kesehatan yaitu melalui 5M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas.



Isolasi mandiri


Isolasi mandiri merupakan upaya mencegah penyebaran covid-19 dengan berdiam diri di rumah sambil memantau kondisi kita seraya tetap menjaga jarak aman dari orang sekitar atau keluarga.



Siapa yang perlu isolasi mandiri ?


Siapapun yang memiliki gejala sakit seperti demam, batuk atau pilek, nyeri tenggorokan atau gejala penyakit pernafasan lainnya atau termasuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) yaitu orang yang pernah berkontak erat dengan pasien positif covid-19 dan atau orang dengan riwayat perjalanan dari negara atau transmisi lokal covid-19.



Berapa lama waktu isolasi mandiri ?


Setidaknya sampai 14 hari sampai hasil pemeriksaan sampel di laboratorium diketahui dan apa saja yang perlu saat isolasi mandiri ?



Tinggal di rumah dan jangan keluar kecuali untuk mencari pertolongan medis, sebisa mungkin menggunakan kamar terpisah dan selalu jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga lain, selalu menggunakan masker selama masa isolasi diri, ganti masker secara rutin apabila basah atau kotor, lakukan pengukuran suhu harian, dan observasi gejala seperti batuk atau kesulitan bernafas, hindari berbagai peralatan makan (piring, sendok, garpu dan gelas), perlengkapan mandi (handuk, atau sikat gigi)  dan juga benda berbahan kain (pakaian atau selimut), terapkan prilaku hidup bersih dan sehat seperti makan makanan bergizi, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta melakukan etika batuk dan bersin, upayakan berada di ruang terbuka dan berjemur sinar matahari setiap pagi, jaga kebersihan rumah dengan cairan disininfektan terutama untuk area atau permukaan yang sering tersentuh tangan, hubungi fasilitas kesehatan jika sakit memburuk seperti mengalami sesak nafas.



Apa yang tidak boleh saat Isolasi Mandiri ?


Tidak boleh keluar rumah termasuk untuk bekerja apalagi ke ruang publik, bila dangat terpaksa harus keluar gunakan masker dan hindari tranfortasi publik atau tempat ramai, tidak boleh betbagi alat makan, mandi dan pakaian bersama anggota keluarga lainnya, cuci peralatan makan dan pakaian secara mandiri terpisah dari anggota keluarga lain, bila harus berbagi kamar mandi atau mesin cuci pakaian maka bersihkan dengan disinfektan setelah di pakai.



Menjaga pertahanan tubuh


Bagaimana menjaga pettahan tubuh selama isoladi mandiri? tetap terapkan pola hidup sehat antara lain dengan makan makanan bergizi seimbang, perbanyak buah dan sayur,  istirahat yang cukup, lakukan olahraga ringan, dan hindari merokok dan minum alkokoh, isoladi mandiri bukanlah sesuatu yang sulit namun membutuhkan komitmen baik dari diri sendiri maupun keluarga dan orang terdekat. 



Orang yang menjalani isolasi dapat mengalami kesepian, kekhawatiran, dan ketidaknyamanan saat mengalami gejala sakit, maka mereka perlu dibantu, didukung, dan diberi semangat. Mari saling berempati, perkuat solidaritas, dan bersama kita melawan korona.



No comments:

Post a Comment

Post Top Ad