Idul Adha di Masa Pandemi - Pustaka Pelangi Pasanggrahan

Space Iklan

test banner

Breaking News

Post Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

20 July 2021

Idul Adha di Masa Pandemi

Ust. Tata Sukanta dalam Khutbah Idul Adha
di Musholla Baitul Ihsan

PustakaPelangiNews.com, Solear - Pemerintah telah menetapkan Idul Adha pada tahun ini jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021.


Umat Islam yang berada di zona merah dan oranye, pemerintah menghimbau agar melaksanakan takbiran dan shalat Idul Adha di rumah.


Adapun demikian Musolla Baitul Ihsan yang berada di Taman Kirana Surya Solear, melaksanakan Sholat Idul adha dengan tetap mengikuti protokol kesahatan seperti memakai masker, jaga jarak, handsanitizer, dan jamaahpun memakai peralatan sholat sendiri - sendiri dan bagi yang merasa deman, batuk, pilek, sesak napas di imbau untuk sholat di rumah saja dan setelah selesai langsung bubar tidak bersalam-salaman.


Yang bertindak selaku khotib dan Imam yaitu Ustad Tata Sukanta dengan membawa tema "Ujian dan Musibah" dan isi  khutbah tersebut yaitu :


Mengingatkan kepada kita sebuah kisah yang besar yang Allah SWT kisahkan di dalam Alquran. Kisah penyembelihan yang agung, kisah perintah Allah SWT untuk menyembelih anak kesayangannya, anak yang telah ia tunggu bertahun-tahun, Ismail AS.


Baca Juga : Sebanyak 230 KPM di Desa Pasanggrahan Terima BLT DD


Ditengah pelaksanaan Haji dan qurban,  saat ini bangsa indonesia sedang di uji. Biasanya orang di uji,  jika lulus maka dia akan naik kelas. 


Begitu juga orang islam,  ketika di uji maka jika di sabar maka akan naik derajatnya disisi Allah SWT. Allah SWT berfirman di dalam surat Al baqoroh ayat 155-156-157.


Ketika diuji dengan musibah lalu ada yg meninggal,  maka dia dikakatan sebagai orang yg mati syahid. 


Solusi menghadapi situasi saat ini yaitu ihtiar dzohir dan ikhtiar bathin.


1. Ikhtiar dzohir

Ikhtiar dzohir seperti dengan menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan 5 M, Jika menerima info di media sosial ( Medsos ) yang belum jelas kebenarannya, cek dan ricek terlebih dahulu  jangan langsung di sebar,  dan Jaga Iman,  Imun dan Aman.


2. Ikhtiar batin

Ikhtiar batin meliputi perbanyak Istigfar, perbanyak berdoa, perbanyak membaca Alquran, perbanyak baca shalawat dan jika ada rizki bersodaqoh


Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali, kita semua perlu mencontoh untuk rela berkorban mengurangi kenyamanan pribadi guna mewujudkan kemaslahatan bersama.


Rela berkorban untuk sekedar memakai masker, menjaga jarak, dan mambatasi aktifitas sosial yang berdampak pada kerumunan, semata untuk kepentingan keselamatan diri dan orang lain. Wabah Covid-19 yang kita rasakan hari ini merupakan ujian dari Allah SWT, ujian kesabaran dan juga komitmen ketakwaan kepada Allah. Tidak ada satu musibahpun yang terjadi tanpa seizin Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:


Ù…َا Ø£َصَابَ Ù…ِÙ†ْ Ù…ُصِيبَØ©ٍ Ø¥ِÙ„َّا بِØ¥ِØ°ْÙ†ِ اللَّÙ‡ِ ÙˆَÙ…َÙ†ْ ÙŠُؤْÙ…ِÙ†ْ بِاللَّÙ‡ِ ÙŠَÙ‡ْدِ Ù‚َÙ„ْبَÙ‡ُ ÙˆَاللَّÙ‡ُ بِÙƒُÙ„ِّ Ø´َÙŠْØ¡ٍ عَÙ„ِيمٌ  [التغابن: 11]


”Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS At Taghabun 11)


Kita wajib melakukan ikhtiar mencegah terjadinya penularan wabah Covid-19. Kita wajib menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams). Dan kita tidak boleh menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan. 


Semoga kita selalu sehat, dilindungi dari musibah dan bencana, Aamiin.


red.Hsn

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad