Makna Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021M - Pustaka Pelangi Pasanggrahan

Space Iklan Hub Lasi Lestari WA : 0853 1010 8815

test banner

Breaking News

Post Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

13 May 2021

Makna Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021M

Seusai Sholat Idul Fitri di musholla Baitul Ihsan

Pustaka Pelangi News.Com, Pasanggrahan-Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang ditunggu oleh seluruh keluarga Muslim di dunia. Untuk sebagian orang, momen Idul Fitri atau Lebaran menjadi spesial karena bisa berkumpul dengan keluarga. Apalagi untuk anda yang harus merantau dan jauh dari orang tua. 


Di saat Lebaran bisa melepas rindu dengan orang tersayang  bisa membuat rasa lelah setelah bekerja jadi hilang. Tapi dengan kondisi pandemi Covid 19 ini, mungkin anda harus bersabar dan menunda untuk mudik.


Jangan sedih, dengan situasi ini anda masih bisa silaturahmi dengan keluarga dengan memanfaatkan teknologi untuk bertemu keluarga tercinta secara virtual. Sampaikan permintaan maaf anda melalui media percakapan atau video call. Dengan begitu, anda  tetap bisa meluapkan rasa kangen dengan keluarga di rumah tanpa harus bertemu langsung.




 Baca Juga :

>> Ini no Urut Calon Kades Pasanggrahan Periode 2021-2027

>>  Kades Pasanggrahan Safari Ramadhan 1442 H, Ke Mesjid Roudrotul Jannah

 

Makna Idul Fitri bagi setiap orang akan memiliki arti yang berbeda selain jadi waktu untuk berkumpul dengan keluarga, Idul Fitri juga memberikan makna hari suci untuk membersihkan segala kesalahan baik itu kesalahan yang anda lakukan ataupun orang lain lakukan untuk anda.


Terkait dengan perayaan idul fitri Musholla Baitul Ihsan di perumahan Taman Kirana Surya desa Pasanggrahan kecamatan Solear menggelar Sholat Idul fitri bersama pada kamis, 13 Mei 2021 dengan tentu memperhatikan Protokol Kesahatan (Prokes) yang berlaku.


Perwakilan pengurus Musholla Baitul Ihsan yaitu Tata Sukanta dalam sambutannya  mengucapkan terima kasih kepada Jamaah yang ada di lingkungan musholla Baitul Ihsan dan mohon maaf apabila di dalam kepengurusan banyak kekurangn dan kehilapan.


"Saya ucapkan terima kasih kepada Jamaah dan mohon maaf bilamana selama kepengurusan terdapat kehilapan." ucapnya.

 

Muhidin dalam khutbah Idul Fitri 1442 H/2021M


Baca Juga : PT. Bumi Mandiri Indonesia Beri Santuanan Anak Yatim dan Dhuafa di Desa Pasanggrahan

 

Muhidin di dalam khutbah idul fitrinya mengatakan : "Terkait makna puasa, agar sabar dalam situasi dan kondisi dan selalu bersyukur dengan nikmat Allah swt yang telah di berikan kepada kita semua, dan di akhir puasa diwajibkan mengeluarkan zakat, yang di salurkan kepada 8 golongan."


Dalam Islam, tata cara penyaluran zakat diatur di dalam Al-Qur'an. Adapun zakat hanya boleh diterima oleh para mustahik. Para mustahik sendiri dibagi menjadi delapan golongon (ashnaf), di antaranya fakir, miskin, panitia zakat, mualaf, budak, orang yang tidak sanggup membayar hutang, pejuang Islam, dan Ibnu Sabil.


Penerima zakat tersebut juga telah ditentukan dalam Al-Qur'an. Hal ini firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah: 60 , "


"Sesungguhnya zakat itu diperuntukkan bagi orang-orang fakir, orang miskin, pengelola zakat (amil), orang yang dibujuk hatinya (muallaf), dalam memerdekakan budak, orang yang memiliki utang, dan perjuangan di jalan Allah dan ibnu sabil. Demikianlah ketentuan dari Allah dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana "(QS Al-Taubah [9]: 60).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad